Concentration Calculation

Domain: Kimia · SQalytics · Inverse calibration + prediction interval + working range guard untuk kuantifikasi unknown

1 Introduksi

1.1 Latar Belakang

Setelah kurva kalibrasi standar berhasil dibangun (lihat Standard Curve), langkah praktis berikutnya adalah menghitung konsentrasi sampel unknown dari respons detektor yang terukur. Operasi ini disebut inverse calibration atau back-calculation — pemecahan persamaan $y = mx + b$ untuk $x$ ketika $y$ diketahui. Meskipun matematikanya sederhana ($x = (y - b)/m$), implementasi yang baik harus memperhitungkan interval kepercayaan estimasi konsentrasi: titik unknown yang jauh dari pusat kurva kalibrasi memiliki ketidakpastian yang lebih besar dibanding titik di tengah (Miller & Miller, 2018; ICH Q2(R1)).

Dalam praktik laboratorium QC, kuantifikasi unknown menjadi titik di mana banyak kesalahan terjadi: sampel di luar working range diekstrapolasi tanpa peringatan, dilusi yang salah dikompensasi, atau unit konversi dilewati (mg/L vs μg/mL — dua satuan yang sama secara numerik di air tetapi membingungkan saat diperkuat dengan faktor dilusi). Modul Concentration Calculation mengotomatisasi proses ini sekaligus memberikan prediction interval dan warning ketika sampel di luar working range — sangat penting untuk laboratorium yang melayani banyak sampel rutin.

1.2 Tujuan Modul

Modul Concentration Calculation di SQalytics ditujukan untuk:

1.3 Posisi di Antara Alternatif

Pakai Concentration Calculation ketika Anda sudah punya rangkaian standar + sampel unknown dalam satu workflow dan ingin kuantifikasi langsung. Untuk membangun kurva terlebih dahulu sebelum kuantifikasi, mulai dari Standard Curve. Untuk matriks kompleks yang butuh kalibrasi dalam sampel, pakai Standard Addition. Untuk kromatografi dengan integrasi AUC otomatis, pakai HPLC / GC AUC yang sekaligus melakukan peak detection + kuantifikasi. Untuk evaluasi mutu metode formal (LOD/LOQ/recovery/presisi inter-day), pakai Method Validation & QC.

2 Metode

2.1 Dasar Teoretis

Inverse calibration linier memecahkan $y = mx + b$ untuk $x$ ketika respons $y_0$ sampel unknown diukur:

$$ \hat{x}_0 = \frac{y_0 - b}{m} $$

Namun ketidakpastian estimasi konsentrasi unknown TIDAK simetris di sekitar $\hat{x}_0$ — formula prediction interval untuk inverse calibration lebih kompleks dari prediction interval forward biasa (Miller & Miller, 2018, Eq. 5.10):

Prediction interval inverse calibration:

$$ \Delta x = \frac{t_{\alpha/2, n-2} \cdot s_{y/x}}{|m|} \sqrt{\frac{1}{k} + \frac{1}{n} + \frac{(y_0 - \bar{y})^2}{m^2 \sum_{i}(x_i - \bar{x})^2}} $$

di mana:

Working range check:

Modul menandai sampel unknown sebagai "valid", "below LOQ", atau "above highest standard" dengan kriteria:

Faktor dilusi — jika sampel di-dilusi sebelum measurement, konsentrasi asli adalah:

$$ C_{\text{asli}} = \hat{x}_0 \times D $$

dengan $D$ = faktor pengenceran (mis. $D = 10$ untuk dilusi 1:10). Modul menerima kolom opsional dilution_factor di tabel unknown.

2.2 Persamaan Inti

Inverse linier:

$$ \hat{x}_0 = \frac{y_0 - b}{m} $$

Variance estimasi konsentrasi unknown:

$$ \text{Var}(\hat{x}_0) = \frac{s_{y/x}^2}{m^2}\left[\frac{1}{k} + \frac{1}{n} + \frac{(y_0 - \bar{y})^2}{m^2 \sum_i(x_i - \bar{x})^2}\right] $$

Relative Standard Deviation (RSD) untuk evaluasi kualitas estimasi:

$$ \text{RSD}(\%) = \frac{\sqrt{\text{Var}(\hat{x}_0)}}{\hat{x}_0} \times 100\% $$

Konvensi praktis (AOAC, 2016): RSD < 5% = excellent, < 10% = acceptable, > 15% = poor (pertimbangkan dilusi sampel atau ulang measurement dengan replikat).

2.3 Asumsi & Batas Validitas

AsumsiKonsekuensi jika dilanggarCara cek di SQalytics
Kurva kalibrasi memenuhi syarat ($R^2 > 0.995$)Estimasi konsentrasi biasModul menampilkan $R^2$ dari kurva
Sampel berada di working rangeEkstrapolasi tidak validModul memberi warning <LOQ atau >HIGH
Matriks sampel mirip matriks standarEfek matriks menyebabkan biasPertimbangkan Standard Addition
Replikat unknown ≥ 3× (ideal)Tidak ada estimasi presisiModul jalan dengan 1×; ideal 3×
Faktor dilusi tepatKonsentrasi asli salahTanggung jawab pengguna untuk validasi
Stabilitas analit terjaminDrift detektor antar measurementInternal Standard direkomendasikan untuk batch panjang

3 Cara Kerja

3.1 Step-by-Step di SQalytics

  1. Buka Concentration Calculation dari domain Kimia di sidebar.
  2. Pada langkah Check the current data, pastikan tabel aktif sudah dimuat.
  3. Pada langkah Choose the calibration setup, pilih:
    • Concentration column — kolom konsentrasi standar.
    • Response column — kolom respons.
    • Model choiceAuto best (rekomendasi) atau linier/quadratic/log-log.
  4. Pada langkah Add the unknown responses, pilih mode:
    • Use blank concentration rows — bila unknown sudah di tabel yang sama (konsentrasi kosong, respons terisi).
    • Paste unknown responses — bila Anda ingin menempel nilai dari sumber lain.
  5. Optional: isi dilution_factor per unknown bila ada dilusi.
  6. Klik Calculate Concentrations.
  7. Tinjau hasil: tabel Unknown concentrations → tabel Calibration model used → grafik kalibrasi + unknowns → tabel ranking model.
  8. Ekspor TXT bila perlu untuk dokumentasi.

3.2 Template Tabel Input + Contoh Data Sintetis

Skema tabel input:

KolomTipeSatuanWajibCatatan
concentrationnumericsesuai konteks✓ standarUntuk baris unknown, biarkan kosong
responsenumericsesuai detektorWajib untuk standar maupun unknown
sample_idcategoryUntuk membedakan unknown
dilution_factornumericDefault 1.0

Contoh data sintetis (12 baris — 8 standar + 4 unknown):

sample_idconcentration_ppmresponse_AUdilution_factor
STD-00.00.0251
STD-110.00.1841
STD-225.00.4481
STD-350.00.8761
STD-4100.01.7321
STD-5150.02.5901
STD-6200.03.4451
STD-7250.04.3101
UAE-S11.2455
UAE-S21.6585
MAE-S10.8925
BLANK0.0411
SYNTHETIC 8 standar TPC + 4 sampel unknown (3 ekstrak + 1 blank reagen), semua diukur pada λ = 765 nm dengan Folin-Ciocalteu. Tiga ekstrak di-dilusi 1:5 sebelum measurement untuk membawa absorbansi ke working range. CSV setara tersedia di docs/assets/example-data/id/chemistry/template_standard_curve.csv.

3.3 Contoh Luaran

Tabel Unknown concentrations:

Sample IDResponse (AU)$\hat{x}_0$ (ppm)95% PI× DilusiKonsentrasi asli (ppm)RSDStatus
UAE-S11.24571.34[70.7, 72.0]5356.70.9%OK
UAE-S21.65895.39[94.7, 96.1]5476.90.8%OK
MAE-S10.89250.79[50.2, 51.4]5254.01.2%OK
BLANK0.0411.2111.21<LOQ

Tabel Calibration model used:

ParameterNilai
ModelLinier
Slope0.01718 AU/ppm
Intercept0.0203 AU
$R^2$0.99996
LOD2.39 ppm
LOQ7.22 ppm
Working range7.22 – 250 ppm
Kesimpulan ringkas: "Tiga sampel ekstrak berhasil dikuantifikasi dalam working range kurva kalibrasi: UAE-S1 = 357 ppm, UAE-S2 = 477 ppm, MAE-S1 = 254 ppm TPC (semua dengan faktor dilusi 5×). RSD masing-masing < 1.5%, menandakan estimasi sangat presisi. Sampel BLANK berada di bawah LOQ (<LOQ) — ini sesuai harapan untuk reagen tanpa analit. UAE menghasilkan TPC lebih tinggi (~40%) dibanding MAE."

Grafik utama: scatter kurva kalibrasi (8 standar) + 4 marker khusus untuk unknown (warna berbeda), garis fit linier, dan garis vertikal dari setiap unknown ke sumbu X untuk visualisasi interpolasi $\hat{x}_0$.

Interpolasi konsentrasi unknown dari kurva kalibrasi
Gambar 1. Interpolasi konsentrasi sampel unknown dari kurva kalibrasi TPC (A = 0.0172C + 0.0203, R2 = 0.99996). Delapan titik standar (lingkaran abu-abu) membangun kurva referensi. Tiga sampel unknown (UAE-S1, UAE-S2, MAE-S1) ditandai dengan marker diamond berwarna; garis putus-putus horizontal menunjukkan respons terukur dan garis putus-putus vertikal menunjukkan estimasi Ĉ0 setelah dilusi 5× di-account. UAE menghasilkan TPC ~40% lebih tinggi dibanding MAE pada matriks ekstrak P. corymbosa.

4 Kesimpulan

4.1 Relevansi Real-World

Concentration Calculation adalah modul harian di laboratorium QC industri pangan dan analitik. Workflow tipikal:

Dalam konteks publikasi IMRAD, output modul ini menjadi Tabel utama di bagian Hasil. Pada Rencana Publikasi Singkil v5, modul ini dipakai pada Tahap 1 untuk mengkuantifikasi 6 cheap assays (TFC, TPC, tanin, saponin, DPPH, ABTS) × 8 cell faktorial — output langsung menjadi Tabel 2 manuskrip dengan unit mg equivalent/g sample ± SD.

4.2 Where to Go from Here

Modul lanjutan di SQalytics:

Pembacaan lanjutan:

Troubleshooting Cepat

Tombol hitung masih nonaktif. Periksa apakah kolom konsentrasi, kolom respons, dan mode unknown sudah siap.
Auto-table mode tidak menemukan unknown. Pastikan baris unknown memiliki konsentrasi kosong tetapi respons numeriknya terisi.
Hasil konsentrasi negatif. Indikasi respons unknown lebih rendah dari intercept (background); kemungkinan di bawah LOD — laporkan sebagai <LOD.
Sampel ditandai >HIGH. Sampel di luar working range — dilusi sampel sebelum measurement (mis. 1:10) lalu kalikan kembali dengan faktor dilusi.
RSD > 15% pada beberapa unknown. Sampel terlalu dekat dengan LOD atau di ujung working range; pertimbangkan dilusi/konsentrasi ulang.
Hasil terasa aneh. Periksa unit konsentrasi standar dan unit faktor dilusi — kesalahan unit adalah penyebab paling umum.

i Riwayat Revisi

Riwayat Revisi Panduan

TanggalRevisiPenulis
2026-05-12Migrasi MD v2 → HTML final dengan figure interpolasi unknown + caption Elsevier-styleClaude
2026-05-12Migrasi v1 → v2 (template publikasi: Introduksi/Metode/Cara Kerja/Kesimpulan + KaTeX inverse calibration + APA)Claude
2026-05-09Draft awal v1Tim docs

4 Referensi

  • AOAC International. (2016). Appendix F: Guidelines for standard method performance requirements. In Official Methods of Analysis (20th ed.). AOAC International.
  • International Council for Harmonisation. (2005). ICH Q2(R1): Validation of analytical procedures — Text and methodology. ICH Harmonised Tripartite Guideline.
  • Miller, J. N., & Miller, J. C. (2018). Statistics and chemometrics for analytical chemistry (7th ed.). Pearson Education — Bab 5, khususnya Eq. 5.10 untuk inverse calibration.
  • Magnusson, B., & Örnemark, U. (Eds.). (2014). Eurachem guide: The fitness for purpose of analytical methods (2nd ed.). Eurachem.