HPLC / GC AUC

Domain: Kimia · SQalytics · Kuantifikasi puncak target dari kromatogram via trapezoidal AUC + kalibrasi

1 Introduksi

1.1 Latar Belakang

Kromatografi — baik HPLC (High-Performance Liquid Chromatography) maupun GC (Gas Chromatography) — adalah teknik kuantitatif paling penting di laboratorium kimia analitik modern. Berbeda dengan spektrofotometri yang mengukur respons total, kromatografi memisahkan campuran menjadi komponen-komponen individu sebelum diukur, sehingga memungkinkan kuantifikasi analit target di tengah matriks yang kompleks. Sinyal output adalah kromatogram — plot intensitas detektor vs waktu retensi, dengan setiap analit menghasilkan puncak (peak) pada waktu retensi karakteristiknya.

Kuantifikasi pada kromatografi mengandalkan Area Under the Curve (AUC) dari puncak target — integrasi numerik intensitas detektor di sekitar puncak. AUC berbanding linier dengan jumlah analit yang melewati detektor (hukum Beer-Lambert untuk detektor optik; hukum proporsionalitas detektor untuk MS/FID), sehingga kalibrasi standar dengan konsentrasi yang diketahui memungkinkan kuantifikasi sampel unknown. Akurasi AUC tergantung pada empat hal: peak detection yang tepat (di mana puncak mulai dan berakhir), baseline correction yang reliabel, integrasi numerik yang stabil (biasanya trapezoidal rule), dan peak matching yang konsisten antara standar dan unknown (Snyder, Kirkland, & Dolan, 2010).

1.2 Tujuan Modul

Modul HPLC / GC AUC di SQalytics ditujukan untuk:

1.3 Posisi di Antara Alternatif

Pilih HPLC / GC AUC ketika Anda punya data kromatogram digital dalam format tabular (time vs intensity) dan ingin kuantifikasi langsung dengan kalibrasi AUC. Untuk kuantifikasi sederhana tanpa kromatografi, pakai Standard Curve + Concentration Calculation. Untuk peak deconvolution kompleks (overlapping peaks, fronting/tailing parah), pakai Trace Peak Studio (Expert Desk). Untuk identifikasi puncak melalui spektrum sesuai FTIR/UV-Vis, pakai FTIR Peak Identification atau UV-Vis Spectra.

2 Metode

2.1 Dasar Teoretis

Peak detection pada kromatogram melibatkan tiga sub-task:

  1. Smoothing — mengurangi noise high-frequency dengan Savitzky-Golay filter (Savitzky & Golay, 1964) atau moving average.
  2. Peak picking — mengidentifikasi puncak lokal di atas threshold tinggi minimum dan dengan width minimum.
  3. Baseline determination — menentukan baseline lokal di kiri dan kanan puncak (biasanya rata-rata 3–5 titik di luar peak boundary).

Peak matching antara standar dan unknown — sangat krusial. Modul memakai retention time tolerance $\Delta t_R$ (default 0.1 menit untuk HPLC, 0.05 menit untuk GC isothermal). Puncak unknown dianggap berasal dari analit yang sama bila:

$$ |t_R^{\mathrm{unknown}} - t_R^{\mathrm{standard}}| < \Delta t_R $$

Integrasi AUC menggunakan trapezoidal rule untuk titik diskrit dengan koreksi baseline linier.

Faktor sistem (system suitability) — modul juga melaporkan:

2.2 Persamaan Inti

Trapezoidal integration AUC:

$$ \text{AUC} = \sum_{i=1}^{N-1} \frac{(y_i + y_{i+1})}{2} \cdot (t_{i+1} - t_i) $$

Baseline-corrected intensity:

$$ y_i^{\text{corr}} = y_i - \left[\frac{y_R - y_L}{t_R - t_L}\cdot(t_i - t_L) + y_L\right] $$

dengan $(t_L, y_L)$ titik baseline kiri dan $(t_R, y_R)$ titik baseline kanan dari puncak.

Plate number (Snyder et al., 2010, Eq. 2.10):

$$ N = 5.54 \left(\frac{t_R}{W_{0.5}}\right)^2 $$

di mana $W_{0.5}$ = full width at half maximum (FWHM).

Resolution antara dua puncak adjacent:

$$ R_s = \frac{2(t_{R,2} - t_{R,1})}{W_1 + W_2} $$

dengan $W_1, W_2$ = baseline width puncak 1 dan 2.

Kuantifikasi unknown dari kurva kalibrasi AUC:

$$ \hat{C}_{\text{unknown}} = \frac{\text{AUC}_{\text{unknown}} - \text{AUC}_0}{k_{\text{cal}}} $$

2.3 Asumsi & Batas Validitas

AsumsiKonsekuensi jika dilanggarCara cek di SQalytics
Puncak baseline-separated ($R_s > 1.5$)AUC tercampur antar puncakModul melaporkan $R_s$; gunakan Trace Peak Studio
Tailing factor < 2 (USP)Peak boundary tidak presisiModul melaporkan $T_f$; cek kondisi kolom HPLC
Detector response linier vs konsentrasiKuantifikasi non-linierModul cek $R^2$ kalibrasi
Baseline stabil (drift minimal)Baseline correction biasInspeksi visual kromatogram
Retention time reprodusibel antar injeksiPeak matching gagalToleransi $\Delta t_R$ dapat disesuaikan
Stabilitas analit di sampel/standarKuantifikasi salahKesalahan pengguna

3 Cara Kerja

3.1 Step-by-Step di SQalytics

  1. Buka HPLC / GC AUC dari domain Kimia di sidebar.
  2. Pada langkah Check the current trace, pastikan tabel aktif sudah dimuat sebagai trace kromatogram (1 kolom waktu + N kolom intensity).
  3. Pada langkah Map the chromatogram columns, pilih:
    • Retention time column — kolom waktu (mis. time_min).
    • Standard trace columns — beberapa kolom kromatogram standar.
    • Unknown trace columns — beberapa kolom kromatogram unknown.
  4. Isi Standard concentrations dengan list konsentrasi yang urutannya sesuai kolom standar (mis. [10, 25, 50]).
  5. Pada langkah Choose the target peak, pilih mode:
    • Auto target peak detection — modul memilih puncak terkuat yang konsisten antar trace standar.
    • Use known retention time — manual, masukkan $t_R$ target.
  6. Atur Peak matching tolerance $\Delta t_R$ (default 0.1 min).
  7. Klik Quantify Peak Area.
  8. Tinjau hasil: kesimpulan ringkas → tabel Target peak summary → tabel Calibration → tabel Unknown results → grafik kromatogram + kalibrasi.

Jika hasil kromatogram dan kurva kalibrasi sudah siap dipoles untuk laporan atau manuskrip, lanjutkan ke Step 5 opsional untuk mengirim Chromatogram overlay atau AUC calibration ke Publication Graph Studio (PGS). Di sana Anda bisa melanjutkan tipografi, legenda, pratinjau cetak, dan ekspor SVG / PNG / PDF.

3.2 Template Tabel Input + Contoh Data Sintetis

Skema tabel input:

KolomTipeSatuanWajibCatatan
time_minnumericmenitSumbu waktu retensi
STD_<C>ppmnumerica.u. / mAUMin 3 trace standar
UNK_<id>numerica.u. / mAUMin 1 trace unknown

Contoh data sintetis (14 baris × 6 kolom — kromatogram dengan peak target di Rt ≈ 4.5 min):

time_minSTD_10ppmSTD_25ppmSTD_50ppmUNK_S1UNK_S2
0.01215181416
1.01518221719
2.01820251921
3.02226322428
4.085182348122195
4.3210490958312532
4.52957101392442764
4.7198460890295494
5.078175338115188
6.02125312326
7.01720251922
8.01417211618
9.01215191417
10.01114171315
SYNTHETIC Kromatogram HPLC-UV dengan puncak target Gaussian centered di Rt = 4.5 min (FWHM ≈ 0.4 min). Tiga konsentrasi standar (10, 25, 50 ppm) menghasilkan AUC yang berbanding linier; dua unknown (S1, S2) diharapkan menghasilkan konsentrasi ~15 dan ~28 ppm. Baseline noise ≈ 15 a.u. CSV setara tersedia di docs/assets/example-data/id/chemistry/template_chromatogram.csv.

3.3 Contoh Luaran

Tabel Target peak summary:

Trace$t_R$ (min)Peak height (a.u.)AUC (a.u.·min)Plate $N$Tailing $T_f$
STD_10ppm4.50295213.445200.98
STD_25ppm4.50710512.844950.99
STD_50ppm4.5013921008.545100.98
UNK_S14.50442318.744801.01
UNK_S24.50764552.945000.99

Tabel Calibration:

ParameterNilai
ModelLinier
Slope ($k_{\text{cal}}$)19.88 a.u.·min/ppm
Intercept ($\text{AUC}_0$)14.47 a.u.·min
$R^2$0.99997
Working range~5 – 100 ppm

Tabel Unknown results:

SampleAUC$\hat{C}$ (ppm)95% PIRSD
UNK_S1318.715.30[15.0, 15.6]0.9%
UNK_S2552.927.10[26.8, 27.4]0.7%
Kesimpulan ringkas: "Puncak target terdeteksi otomatis pada $t_R$ = 4.50 ± 0.02 min (konsisten antar 5 trace). Plate number $N$ ≈ 4500 (memenuhi USP $N \geq 2000$), tailing $T_f \approx 1.0$ (peak simetris, di bawah USP $T_f \leq 2.0$). Kurva kalibrasi AUC vs konsentrasi sangat linier ($R^2$ = 0.99997). Kuantifikasi: UNK_S1 = 15.3 ppm, UNK_S2 = 27.1 ppm, semua di working range. RSD < 1%, presisi excellent."

Grafik utama: kromatogram overlay 5 trace (warna berbeda) dengan area puncak target di-shade dan label AUC + $t_R$. Insert kecil di pojok: kurva kalibrasi AUC vs konsentrasi dengan unknown teranotasi.

Kromatogram overlay 5 trace dengan peak target shaded dan insert kalibrasi AUC
Gambar 1. Analisis kromatogram HPLC-UV dua-panel: (a) Overlay 5 trace (3 standar dengan konsentrasi 10, 25, 50 ppm + 2 sampel unknown S1 dan S2) menunjukkan puncak target tunggal terkonsentrasi di tR = 4.50 min (Gaussian, FWHM ≈ 0.4 min). Area di bawah puncak (arsir merah muda) merepresentasikan AUC yang diintegrasikan dengan trapezoidal rule setelah koreksi baseline linier. System suitability terpenuhi: plate N ≈ 4500 (USP > 2000), tailing factor Tf ≈ 1.0 (USP ≤ 2.0). (b) Kurva kalibrasi AUC vs konsentrasi standar (linier, R2 = 0.99997); marker diamond menunjukkan interpolasi unknownS1 = 15.3 ppm dan S2 = 27.1 ppm, keduanya di working range.

4 Kesimpulan

4.1 Relevansi Real-World

HPLC / GC AUC adalah modul harian untuk laboratorium yang menjalankan kromatografi rutin. Aplikasi konkret:

Dalam konteks publikasi IMRAD, output AUC + konsentrasi unknown menjadi Tabel utama di bagian Hasil, dan kromatogram overlay (dengan peak target di-shade) menjadi Figure utama untuk visualisasi karakterisasi profil senyawa. Pada Rencana Publikasi Singkil v5, modul ini dipakai pada T3 Tahap 2 untuk profil UHPLC-HRMS senyawa flavonoid kunci pada UAE-opt vs MAE-opt — output langsung menjadi Tabel 3 manuskrip.

4.2 Where to Go from Here

Modul lanjutan di SQalytics:

Pembacaan lanjutan:

Troubleshooting Cepat

Hasil gagal karena unknown kosong. Pastikan kolom unknown dipilih terpisah dari kolom standar di langkah Map the chromatogram columns.
Jumlah konsentrasi standar tidak cocok. Jumlah angka di Standard concentrations harus sama dengan jumlah kolom standar yang dipilih.
Tidak ada puncak yang cocok. Perlebar Peak matching tolerance (mis. 0.1 → 0.2 min) atau gunakan mode manual Use known retention time.
Tailing factor > 2. Indikasi kondisi kolom HPLC menurun; lakukan rinse/regenerasi kolom atau ganti mobile phase pH.
Plate number $N$ < 2000. Kolom HPLC sudah lewat usia atau ada void di kolom; pertimbangkan repacking atau replace.
$R^2$ kalibrasi < 0.99. Cek apakah ada outlier trace standar, atau working range terlalu lebar — coba split menjadi low/high range kalibrasi terpisah.

i Riwayat Revisi

Riwayat Revisi Panduan

TanggalRevisiPenulis
2026-05-12Migrasi MD v2 → HTML final dengan figure kromatogram + AUC shaded + insert kalibrasiClaude
2026-05-12Migrasi v1 → v2 (template publikasi + KaTeX trapezoidal AUC + system suitability USP + APA)Claude
2026-05-09Draft awal v1Tim docs

4 Referensi

  • Savitzky, A., & Golay, M. J. E. (1964). Smoothing and differentiation of data by simplified least squares procedures. Analytical Chemistry, 36(8), 1627–1639. https://doi.org/10.1021/ac60214a047
  • Snyder, L. R., Kirkland, J. J., & Dolan, J. W. (2010). Introduction to modern liquid chromatography (3rd ed.). John Wiley & Sons.
  • Skoog, D. A., West, D. M., Holler, F. J., & Crouch, S. R. (2014). Fundamentals of analytical chemistry (9th ed.). Cengage Learning — Bab 31–32 untuk HPLC + GC.
  • United States Pharmacopeia. (2024). USP <621> Chromatography: System suitability requirements. USP-NF.
  • International Council for Harmonisation. (2019). ICH M10: Bioanalytical method validation. ICH Harmonised Guideline.