Microbial Growth Curves

Domain: Mikrobiologi Pangan · SQalytics · Modified Gompertz (Zwietering 1990) untuk kinetik pertumbuhan dan shelf life mikrobial

1 Introduksi

1.1 Latar Belakang

Kurva pertumbuhan mikroba menggambarkan dinamika populasi sepanjang waktu dalam medium tertentu, dan secara klasik terdiri dari empat fase: lag, eksponensial (log), stasioner, dan kematian (Monod, 1949; Madigan, Bender, Buckley, Sattley, & Stahl, 2021). Di pangan, kurva ini menjadi prediktor utama shelf life mikrobial: kapan populasi mikroba pembusuk atau patogen mencapai batas regulasi (mis. TPC ≤ 10⁶ CFU/g untuk susu pasteurisasi, L. monocytogenes 100 CFU/g untuk RTE per EU 2073/2005).

Model Modified Gompertz (Zwietering, Jongenburger, Rombouts, & van 't Riet, 1990) menjadi standar untuk memfitkan log-count vs waktu di pangan, dengan tiga parameter biologis yang dapat ditafsirkan langsung: $A$ (asymptote — maksimum log count), $\mu_{\max}$ (laju pertumbuhan spesifik maksimal), dan $\lambda$ (lag time — durasi sebelum fase log). Ketiganya menjadi input utama bagi predictive microbiology (Baranyi & Roberts, 1994; McKellar & Lu, 2004).

1.2 Tujuan Modul

1.3 Posisi di Antara Alternatif

Pilih Microbial Growth Curves untuk visualisasi + fit Gompertz. Untuk prediksi shelf life pada kondisi non-tested, lanjut ke Predictive Microbiology / Shelf-Life Modeling. Untuk inaktivasi termal, gunakan D-value / Z-value / F-value. Untuk uji statistik perbandingan $\mu_{\max}$ antar perlakuan, lanjut ke Compare Many Groups.

2 Metode

2.1 Dasar Teoretis

Transformasi log₁₀ (linearisasi fase eksponensial):

$$ N_{\text{log}} = \log_{10}(N + 1) $$

Tambahan $+1$ menghindari $\log(0)$ untuk count nol pada awal eksperimen.

Model Modified Gompertz (Zwietering et al., 1990):

$$ \log_{10} N(t) = A \cdot \exp\bigl\{ -\exp\bigl[\tfrac{\mu_{\max} e}{A}(\lambda - t) + 1\bigr] \bigr\} $$

Tiga parameter biologis:

Generation time (untuk fase log):

$$ t_g = \frac{\log_{10}(2)}{\mu_{\max}} \approx \frac{0.301}{\mu_{\max}} $$

Delta log count:

$$ \Delta \log N = \log_{10} N_{\text{end}} - \log_{10} N_{\text{start}} $$

$\Delta \log > 0$: pertumbuhan; $\Delta \log < 0$: penurunan (produk dengan pengawet aktif atau dehidrasi); $|\Delta \log| < 0.5$: stabil dalam batas pengukuran.

Goodness-of-fit: target $R^2 > 0.99$ dan RMSE < 0.3 log CFU (Buchanan & Cygnarowicz, 1990).

2.2 Persamaan Inti

Log transformation: $N_{\text{log}} = \log_{10}(N + 1)$

Modified Gompertz: $\log_{10} N(t) = A \exp\{-\exp[\frac{\mu_{\max} e}{A}(\lambda - t) + 1]\}$

Generation time: $t_g = 0.301/\mu_{\max}$

Delta log: $\Delta \log N = \log_{10} N_{\text{end}} - \log_{10} N_{\text{start}}$

2.3 Asumsi & Batas Validitas

AsumsiKonsekuensi jika dilanggarCara cek di SQalytics
Plate count akurat (1–300 koloni/plate)Bias TFTC/TNTCCatat dilution factor
Replikasi plate ≥ 2 (CLSI M11)SD log count tidak reliableSD < 0.3 log per timepoint
Suhu inkubasi konstanPertumbuhan berbedaCatat kondisi penyimpanan
Sampel homogenBias antar timepointPre-shake/blender protocol
Cukup titik per fase (≥ 6–8)Fit Gompertz tidak konvergenModul flag bila titik kurang
Tidak ada kontaminasi sekunderTrend campurCek visual kontrol plate

3 Cara Kerja

3.1 Step-by-Step di SQalytics

  1. Buka Microbial Growth Curves dari domain Mikrobiologi Pangan.
  2. (Opsional) Muat seed micro_growth.
  3. Pada Check the current microbial table, pastikan data terbaca.
  4. Pada Confirm the time and count columns, sesuaikan: Time column dan Microbial count columns.
  5. Pada Choose the count mode and run, pilih raw_cfu atau already_log10.
  6. Klik Run Microbial Growth Curves.
  7. Tinjau hasil: conclusion → Summary → Growth Curves → Rate Compare → Summary Table.

3.2 Template Tabel Input + Contoh Data Sintetis

KolomTipeSatuanWajibCatatan
Day atau Hournumerichari/jamSumbu waktu
<microbe>_CFU_gnumericCFU/g atau /mL✓ (≥1)Satu kolom per target mikroba

Contoh data sintetis (10 baris — storage daging giling 4 °C selama 14 hari):

DayTPC_CFU_gYeast_CFU_g
01.0e31.0e2
12.5e31.5e2
28.0e32.5e2
33.0e46.0e2
58.5e58.0e3
71.2e78.5e4
101.0e84.5e5
122.5e81.0e6
133.0e81.2e6
143.2e81.3e6
SYNTHETIC Storage study daging sapi giling pada 4 °C, sampling hari 0–14. TPC tumbuh dari 10³ ke 3.2×10⁸ CFU/g (asimtot 8.5 log); yeast/mold dari 10² ke 1.3×10⁶ (asimtot 6.1 log). Batas spoilage daging segar 10⁷ CFU/g — TPC mencapai batas pada hari 6–7. CSV setara: docs/assets/example-data/id/microbiology/template_microbial_growth.csv.

3.3 Contoh Luaran

Tabel Summary Table (parameter Gompertz fit):

Series$N_0$ (log)$A$ (log)$\mu_{\max}$ (log/day)$\lambda$ (day)$t_g$ (h)$R^2$RMSE
TPC3.005.50 (asimtot 8.50)1.051.16.90.9970.18
Yeast2.004.10 (asimtot 6.10)0.622.311.60.9950.21

Tabel Delta log count:

Series$\log N_0$$\log N_{\text{end}}$$\Delta \log$Status spoilage
TPC3.008.51+5.51⚠ Melebihi batas 10⁷ CFU/g sejak hari 6
Yeast2.006.11+4.11Mendekati batas yeast 10⁶ hari 12
Kesimpulan ringkas: "Dua seri mikroba menunjukkan pertumbuhan klasik 4-fase pada storage 4 °C selama 14 hari. TPC tumbuh dari $10^3$ ke $3.2 \times 10^8$ CFU/g ($\Delta \log = +5.51$) dengan parameter Gompertz: $\mu_{\max} = 1.05$ log/day, lag $\lambda = 1.1$ hari, asimtot 8.5 log ($R^2 = 0.997$). Generation time fase log $t_g \approx 6.9$ jam. TPC melampaui batas spoilage daging segar (10⁷ CFU/g) pada hari 6–7 — shelf life mikrobiologi praktis ≤ 6 hari pada 4 °C. Yeast/mold tumbuh lebih lambat ($\mu_{\max} = 0.62$ log/day, $\lambda = 2.3$ hari) dan baru mendekati batas $10^6$ CFU/g pada hari 12. Untuk extension shelf life, fokus intervensi pada lag time TPC: penurunan suhu storage ke 2 °C diperkirakan memperpanjang $\lambda$ menjadi 2.5–3 hari (Ratkowsky model). Lanjut ke Predictive Microbiology / Shelf-Life Modeling untuk simulasi temperature abuse skenario."

Grafik utama: dua panel — (a) overlay log CFU vs waktu untuk TPC dan yeast dengan fit Gompertz + marker batas spoilage; (b) bar chart $\mu_{\max}$ per seri dengan annotation lag.

Kurva pertumbuhan TPC dan yeast dengan fit Modified Gompertz
Gambar 1. Dinamika pertumbuhan mikroba pada daging sapi giling yang disimpan pada 4 °C selama 14 hari, dengan fit Modified Gompertz (Zwietering et al., 1990). (a) Kurva pertumbuhan dua target: TPC (lingkaran merah) tumbuh dari $10^3$ ke $3.2 \times 10^8$ CFU/g, dan yeast/mold (kotak hijau) dari $10^2$ ke $1.3 \times 10^6$ CFU/g. Garis solid menandakan fit Gompertz ($R^2 \geq 0.995$) yang menangkap fase lag, eksponensial, dan stationary. Garis horizontal putus-putus pada 7 log menandai batas spoilage daging segar (10⁷ CFU/g); garis vertikal putus-putus pada hari 6.5 menandai titik perlintasan TPC — shelf life mikrobiologi praktis ≤ 6 hari pada 4 °C. (b) Parameter Gompertz per seri: $\mu_{\max}$ TPC (1.05 log/day) hampir 2× yeast (0.62 log/day), sedangkan lag time yeast (2.3 hari) lebih panjang dari TPC (1.1 hari) — konsisten dengan dinamika ekosistem mikroba daging dingin di mana psychrotrophs Pseudomonas mendominasi awal.

4 Kesimpulan

4.1 Relevansi Real-World

Pada Rencana Publikasi Singkil v5, modul ini dipakai pada T4 Tahap 2 untuk kinetik pertumbuhan TPC pada produk yang diberi ekstrak Singkil sebagai biopreservatif.

4.2 Where to Go from Here

Pembacaan lanjutan:

Troubleshooting Cepat

Kolom count tidak terdeteksi. Pastikan kolom mikroba berisi angka, bukan teks campuran (mis. "<10" atau "TNTC"). Konversi ke numerik dulu.
Hasil kosong pada mode raw_cfu. Periksa nilai nol atau negatif. Modul menggunakan $\log(N+1)$ untuk menghindari $\log(0)$.
Fit Gompertz tidak muncul. Setiap seri butuh ≥ 6 titik untuk fitting stabil. Modul fallback ke linear interpolation tanpa parameter biologis.
$\mu_{\max}$ negatif terdeteksi. Populasi sedang declining — Gompertz tidak cocok; pakai model decay di D-value / Z-value / F-value.
Lag time $\lambda$ negatif. Titik awal sudah masuk fase log — tambahkan sampling lebih awal atau gunakan Baranyi model.
$R^2 < 0.95$. Cek outlier (kontaminasi atau plate error). Flag outlier yang menyimpang > 0.5 log dari fit.

i Riwayat Revisi

TanggalRevisiPenulis
2026-05-12Migrasi MD v2 → HTML final dengan figure dual-panel growth curve + Gompertz parameter + caption Elsevier-styleClaude
2026-05-12Migrasi v1 → v2 (template publikasi + KaTeX Modified Gompertz + generation time + APA Zwietering)Claude
2026-05-09Draft awal v1Tim docs

4 Referensi

  • Zwietering, M. H., Jongenburger, I., Rombouts, F. M., & van 't Riet, K. (1990). Modeling of the bacterial growth curve. Applied and Environmental Microbiology, 56(6), 1875–1881. https://doi.org/10.1128/aem.56.6.1875-1881.1990
  • Baranyi, J., & Roberts, T. A. (1994). A dynamic approach to predicting bacterial growth in food. International Journal of Food Microbiology, 23(3–4), 277–294. https://doi.org/10.1016/0168-1605(94)90157-0
  • Madigan, M. T., Bender, K. S., Buckley, D. H., Sattley, W. M., & Stahl, D. A. (2021). Brock biology of microorganisms (16th ed.). Pearson.
  • Monod, J. (1949). The growth of bacterial cultures. Annual Review of Microbiology, 3(1), 371–394. https://doi.org/10.1146/annurev.mi.03.100149.002103
  • McKellar, R. C., & Lu, X. (Eds.). (2004). Modeling microbial responses in food. CRC Press.
  • Buchanan, R. L., & Cygnarowicz, M. L. (1990). A mathematical approach toward defining and calculating the duration of the lag phase. Food Microbiology, 7(3), 237–240. https://doi.org/10.1016/0740-0020(90)90029-H