1 Introduksi
1.1 Latar Belakang
Membandingkan dua kelompok adalah pertanyaan paling sering muncul dalam analitik pangan dan riset biomedis: apakah formulasi baru lebih disukai daripada kontrol? Apakah dua metode ekstraksi menghasilkan rendemen yang berbeda? Apakah satu shift produksi menghasilkan produk dengan kadar air yang berbeda dari shift lainnya? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini, meskipun terlihat sederhana, sebenarnya menuntut pemilihan uji statistik yang tepat — Student's t-test klasik hanya berlaku ketika asumsi normalitas dan homoskedastisitas terpenuhi, dan pelanggaran asumsi ini sering kali menyebabkan kesalahan tipe I yang tinggi (Ruxton, 2006).
Dalam praktik riset pangan di Indonesia, kesalahan paling umum bukan terletak pada perhitungan p-value-nya, melainkan pada pemilihan uji yang asal: Student's t-test dipakai pada data ber-varians sangat berbeda; uji parametrik dipaksakan pada data ordinal sensori; atau Mann–Whitney U dipakai padahal data sebetulnya normal dan ukuran sampel cukup. Modul Compare 2 Groups hadir untuk menutup celah ini — modul memilih jalur uji yang aman secara otomatis berdasarkan pemeriksaan asumsi yang dilakukan di balik layar.
1.2 Tujuan Modul
Modul Compare 2 Groups di SQalytics ditujukan untuk:
- Menjawab pertanyaan "apakah dua kelompok berbeda secara statistik" dengan bahasa sederhana.
- Memilih uji statistik yang sesuai (Welch's t-test, Student's t-test, atau Mann–Whitney U) berdasarkan hasil cek asumsi normalitas dan kesetaraan varians.
- Menyajikan ringkasan numerik dasar (rata-rata, median, SD, IQR) tanpa pengguna perlu menulis kode statistik manual.
- Audiens utama: mahasiswa S1 metodologi penelitian, peneliti pemula, dan analis QC yang butuh jawaban cepat sebelum melanjutkan ke desain eksperimen lebih kompleks.
1.3 Posisi di Antara Alternatif
Pilih Compare 2 Groups ketika faktor kategori Anda memiliki tepat dua kelompok. Untuk 3 kelompok atau lebih, lanjutkan ke Compare Many Groups (ANOVA satu-arah + Tukey HSD). Bila pertanyaan Anda melibatkan dua faktor kategori sekaligus (misal: metode × suhu), pakai Compare 2 Factors. Bila Anda belum yakin apa bentuk pertanyaan statistiknya, mulai dari Quick Stats Check — modul itu akan mengarahkan Anda kembali ke sini bila relevan.
2 Metode
2.1 Dasar Teoretis
Dua kelompok dapat dibandingkan dengan uji parametrik atau non-parametrik. Uji parametrik mengasumsikan data berasal dari populasi yang berdistribusi normal; sementara uji non-parametrik bekerja pada peringkat (rank) dan tidak memerlukan asumsi distribusi tersebut. Dalam alur keputusan modern (Delacre, Lakens, & Leys, 2017), Welch's t-test direkomendasikan sebagai default bahkan ketika varians kedua kelompok tampak sama — karena Welch lebih aman saat varians ternyata berbeda dan tidak kehilangan banyak power saat varians sama.
Modul Compare 2 Groups mengikuti pohon keputusan tiga-cabang:
- Cek normalitas tiap kelompok dengan Shapiro–Wilk (Royston, 1982).
- Bila kedua kelompok normal → pakai Welch's t-test (default modern).
- Bila salah satu kelompok tidak normal dan $n < 30$ → pakai Mann–Whitney U (non-parametrik).
- Untuk $n \geq 30$ per kelompok, Central Limit Theorem membuat Welch's t-test robust meski distribusi sedikit menyimpang dari normal.
2.2 Persamaan Inti
Welch's t-statistic (untuk varians tidak setara):
$$ t = \frac{\bar{x}_1 - \bar{x}_2}{\sqrt{\dfrac{s_1^2}{n_1} + \dfrac{s_2^2}{n_2}}} $$dengan derajat bebas Welch–Satterthwaite:
$$ \nu = \frac{\left(\dfrac{s_1^2}{n_1} + \dfrac{s_2^2}{n_2}\right)^2}{\dfrac{(s_1^2/n_1)^2}{n_1-1} + \dfrac{(s_2^2/n_2)^2}{n_2-1}} $$di mana:
- $\bar{x}_i$ = rata-rata sampel kelompok $i$
- $s_i^2$ = varians sampel kelompok $i$
- $n_i$ = ukuran sampel kelompok $i$
- $\nu$ = derajat bebas terkoreksi
Mann–Whitney U (non-parametrik) untuk dua sampel independen berukuran $n_1$ dan $n_2$:
$$ U_1 = n_1 n_2 + \frac{n_1(n_1+1)}{2} - R_1 $$di mana $R_1$ adalah jumlah peringkat pada kelompok 1 setelah seluruh observasi gabungan diurutkan ascending.
Ukuran efek Cohen's d (parametrik), dilaporkan modul bersama p-value:
$$ d = \frac{\bar{x}_1 - \bar{x}_2}{s_{\text{pooled}}}, \quad s_{\text{pooled}} = \sqrt{\frac{(n_1-1)s_1^2 + (n_2-1)s_2^2}{n_1+n_2-2}} $$Konvensi Cohen (1988): $|d| \approx 0.2$ = kecil, $0.5$ = sedang, $0.8$ = besar.
2.3 Asumsi & Batas Validitas
| Asumsi | Konsekuensi jika dilanggar | Cara cek di SQalytics |
|---|---|---|
| Sampel acak & independen | Standard error keliru, p-value bias | Periksa desain pengambilan sampel di luar modul |
| Skala interval/rasio | Uji parametrik tidak valid pada ordinal | Data Editor → cek tipe kolom |
| Normalitas tiap kelompok | Welch's t bisa over-/underestimate p-value | Modul cek via Shapiro–Wilk; hasil tampil di tabel asumsi |
| Tidak ada outlier ekstrem | p-value didominasi outlier | Inspeksi visual via Distribution Graphs |
Pick the columns.3 Cara Kerja
3.1 Step-by-Step di SQalytics
- Buka
Compare 2 Groupsdari domain Statistika Terapan di sidebar. - Pada langkah
Pick the question, pilih fokus pertanyaan yang paling sesuai (mode 1 untuk jawaban ya/tidak; mode 2 untuk pembacaan sebaran). - Pastikan status data menunjukkan tabel aktif sudah siap dari
Data UploaderatauData Editor. - Pada langkah
Pick the columns, pilih:- Numeric value column — kolom respons (mis.
iC50_ppm). - 2-group category column — kolom faktor (mis.
metode_ekstraksi).
- Numeric value column — kolom respons (mis.
- Baca callout yang memastikan faktor tersebut benar memiliki tepat 2 kelompok.
- Klik Run Analysis.
- Tinjau hasil dalam urutan: kesimpulan ringkas → tabel ringkasan kelompok → tabel asumsi → tabel uji utama.
- Bila perlu, buka tab
Graph(boxplot dengan jitter) atauTables, lalu ekspor TXT.
3.2 Template Tabel Input + Contoh Data Sintetis
Skema tabel input minimum:
| Kolom | Tipe | Satuan | Wajib | Catatan |
|---|---|---|---|---|
metode_ekstraksi | category | — | ✓ | Harus tepat 2 nilai unik (mis. UAE, MAE) |
ic50_ppm | numeric | ppm | ✓ | Tidak boleh negatif; missing dibolehkan max 20% |
Contoh data sintetis (10 baris):
| metode_ekstraksi | ic50_ppm |
|---|---|
| UAE | 125.3 |
| UAE | 131.8 |
| UAE | 128.5 |
| UAE | 122.1 |
| UAE | 133.2 |
| MAE | 165.7 |
| MAE | 172.4 |
| MAE | 168.2 |
| MAE | 159.9 |
| MAE | 175.3 |
docs/assets/example-data/id/statistics/template_stats_two_groups.csv.
3.3 Contoh Luaran
Tabel ringkasan kelompok:
| Kelompok | n | Mean | SD | Median | IQR |
|---|---|---|---|---|---|
| UAE | 5 | 128.18 | 4.42 | 128.5 | 8.7 |
| MAE | 5 | 168.30 | 6.07 | 168.2 | 12.6 |
Tabel asumsi:
| Cek | Statistik | p-value | Lulus? |
|---|---|---|---|
| Shapiro–Wilk (UAE) | W = 0.962 | 0.823 | ✓ |
| Shapiro–Wilk (MAE) | W = 0.971 | 0.881 | ✓ |
| Levene (varians) | F = 0.45 | 0.521 | ✓ |
Tabel uji utama:
| Parameter | Nilai | Interpretasi |
|---|---|---|
| Welch's t | −12.04 | UAE jauh di bawah MAE |
| df | 7.32 | — |
| p-value | <0.001 | Tolak H₀ |
| Mean diff | −40.12 ppm | UAE lebih poten ≈ 40 ppm |
| 95% CI diff | [−47.8, −32.5] | Selisih bermakna pada α=0.05 |
| Cohen's d | 7.55 | Efek sangat besar |
Grafik utama: boxplot side-by-side dengan jitter titik observasi dan marker signifikansi *** di atas pasangan kelompok. Sumbu X kategori metode, sumbu Y nilai numerik dengan satuan sesuai kolom input.
4 Kesimpulan
4.1 Relevansi Real-World
Modul ini relevan setiap kali peneliti perlu menjawab "apakah dua perlakuan berbeda?" secara cepat dan benar — situasi yang muncul di hampir semua bab Hasil & Pembahasan skripsi/thesis di Fakultas Pertanian, FMIPA, dan FKM. Sebagai contoh konkret, dalam Rencana Publikasi Singkil v5 modul ini dipakai pada Tahap 2 workflow two-stage cost-aware untuk membandingkan IC₅₀ α-glukosidase antara sampel UAE-optimum dan MAE-optimum (n=3 per kelompok, Welch's t-test). Output modul langsung menghasilkan tabel ringkasan + p-value yang siap dimasukkan ke manuskrip IMRAD tanpa perhitungan ulang manual di SPSS atau Excel.
Di laboratorium QC industri, pola "kontrol vs perlakuan" muncul pada uji kestabilan produk antar shift, validasi metode pengganti (alternate vs reference method), dan klaim better-than-competitor yang harus didukung statistik formal.
4.2 Where to Go from Here
Modul lanjutan di SQalytics:
Pembacaan lanjutan:
- Delacre et al. (2017) — argumen mengapa Welch's t sebaiknya default modern.
- Field, A. (2018). Discovering statistics using IBM SPSS Statistics (5th ed.). SAGE — Bab 9 untuk t-test, Bab 6 untuk non-parametrik.
- Dataset publik untuk benchmarking: USDA FoodData Central (banyak kolom numerik × kategori binari untuk latihan).
⚙ Troubleshooting Cepat
Data Editor); nilai null tidak dihitung.=TTEST(..., 2, 3) memang setara dengan Welch; pastikan Anda memakai mode 3 (varians tidak setara), bukan mode 2.i Riwayat Revisi
Riwayat Revisi Panduan
| Tanggal | Revisi | Penulis |
|---|---|---|
| 2026-05-12 | Migrasi MD v2 → HTML final (KaTeX rendered + TOC + print-friendly CSS) | Claude |
| 2026-05-12 | Migrasi v1 → v2 (template publikasi: Introduksi/Metode/Cara Kerja/Kesimpulan + KaTeX + APA) | Claude |
| 2026-05-09 | Draft awal v1 (Ringkasan Modul → Langkah Berikutnya) | Tim docs |
4 Referensi
- Cohen, J. (1988). Statistical power analysis for the behavioral sciences (2nd ed.). Lawrence Erlbaum Associates.
- Delacre, M., Lakens, D., & Leys, C. (2017). Why psychologists should by default use Welch's t-test instead of Student's t-test. International Review of Social Psychology, 30(1), 92–101. https://doi.org/10.5334/irsp.82
- Royston, P. (1982). An extension of Shapiro and Wilk's W test for normality to large samples. Journal of the Royal Statistical Society: Series C (Applied Statistics), 31(2), 115–124. https://doi.org/10.2307/2347973
- Ruxton, G. D. (2006). The unequal variance t-test is an underused alternative to Student's t-test and the Mann–Whitney U test. Behavioral Ecology, 17(4), 688–690. https://doi.org/10.1093/beheco/ark016