1 Introduksi
1.1 Latar Belakang
Setelah Correlation Explorer menunjukkan pasangan variabel yang menjanjikan, langkah berikutnya adalah memodelkan hubungan tersebut secara eksplisit: "berapa banyak Y berubah ketika X berubah satu unit?" Pertanyaan ini dijawab oleh regresi linier sederhana, salah satu metode statistik paling tua dan paling banyak dipakai sejak Galton (1886) dan Pearson (1903). Persamaan garis $y = mx + b$ yang dipelajari di sekolah dasar adalah inti regresi linier — bedanya, di statistik kita juga mengestimasi ketidakpastian dari $m$ dan $b$, dan menguji apakah hubungan tersebut signifikan.
Namun banyak hubungan di laboratorium pangan dan kimia tidak linier: pertumbuhan mikroba mengikuti kurva sigmoid, degradasi vitamin C mengikuti eksponensial negatif, kurva kalibrasi UV-Vis kadang sedikit kuadratik di konsentrasi tinggi. Memaksakan model linier pada hubungan non-linier menghasilkan estimasi yang bias dan ekstrapolasi yang berbahaya. Karena itulah modul X vs Y Relationship menyediakan dua mode: Start with linear untuk pembacaan awal yang aman dan mudah ditafsirkan, dan Compare curve types untuk membandingkan linear vs power, exponential, logarithmic, dan polynomial degree-2.
1.2 Tujuan Modul
Modul X vs Y Relationship di SQalytics ditujukan untuk:
- Menghitung model regresi linier sederhana $y = mx + b$ dengan slope, intercept, R², p-value, dan 95% CI.
- Membandingkan 5 jenis kurva secara serempak: linear, power ($y = ax^b$), exponential ($y = ae^{bx}$), logarithmic ($y = a + b \ln x$), polynomial-2 ($y = a + bx + cx^2$).
- Menyajikan prediksi cepat: masukkan nilai X baru, dapatkan estimasi Y dengan interval prediksi.
- Menjalankan uji asumsi regresi: linearitas (visual + Ramsey RESET), normalitas residual, homoskedastisitas (Breusch-Pagan).
- Audiens utama: mahasiswa yang membangun kurva kalibrasi pertama, peneliti yang memodelkan dosis-respons, analis QC yang mencari hubungan antar parameter proses.
1.3 Posisi di Antara Alternatif
Pilih X vs Y Relationship ketika Anda punya satu prediktor numerik (X) dan satu respons numerik (Y) yang sudah teridentifikasi (mis. dari Correlation Explorer). Untuk >1 prediktor, lanjut ke Predict One Result from Many Variables. Untuk diagnostik regresi lengkap (Cook's distance, leverage, VIF), pakai Regression Studio (Expert Desk). Untuk kurva kalibrasi instrumen analitik (HPLC, UV-Vis dengan satuan jelas), pakai Standard Curve di domain Kimia.
2 Metode
2.1 Dasar Teoretis
Regresi linier kuadrat-terkecil (Ordinary Least Squares, OLS) mencari garis $\hat{y} = mx + b$ yang meminimumkan jumlah kuadrat residual:
$$ \text{SS}_{\text{res}} = \sum_{i=1}^{n}(y_i - \hat{y}_i)^2 $$Solusi analitiknya dapat dihitung tanpa optimisasi iteratif. Asumsi Gauss-Markov yang membuat OLS menjadi best linear unbiased estimator (BLUE): linearitas hubungan, residual independen, residual homoskedastik (varians konstan), residual berdistribusi normal (untuk uji hipotesis).
Comparison kurva dilakukan dengan transformasi linearisasi untuk model non-linier yang dapat dilinearkan:
| Model | Bentuk asli | Linearisasi |
|---|---|---|
| Power | $y = a x^b$ | $\ln y = \ln a + b \ln x$ |
| Exponential | $y = a e^{bx}$ | $\ln y = \ln a + bx$ |
| Logarithmic | $y = a + b \ln x$ | (sudah linier dalam $\ln x$) |
| Polynomial-2 | $y = a + bx + cx^2$ | Multiple regression dengan $x, x^2$ |
Modul memilih kurva terbaik berdasarkan $R^2$ tertinggi dengan koreksi degrees of freedom (adjusted $R^2$) untuk model polynomial yang memiliki lebih banyak parameter (Theil, 1961).
Diagnostik asumsi:
- Linearitas: Ramsey RESET test (Ramsey, 1969) menguji apakah penambahan $\hat{y}^2$ ke regresi memperbaiki fit secara signifikan; bila ya, hubungan tidak linier.
- Homoskedastisitas: Breusch-Pagan test (Breusch & Pagan, 1979) menguji apakah varians residual tergantung X.
- Normalitas residual: Shapiro-Wilk.
2.2 Persamaan Inti
Estimator OLS untuk slope $\hat{m}$ dan intercept $\hat{b}$:
$$ \hat{m} = \frac{\sum_{i=1}^{n}(x_i - \bar{x})(y_i - \bar{y})}{\sum_{i=1}^{n}(x_i - \bar{x})^2} $$ $$ \hat{b} = \bar{y} - \hat{m} \bar{x} $$Koefisien determinasi:
$$ R^2 = 1 - \frac{\text{SS}_{\text{res}}}{\text{SS}_{\text{tot}}}, \quad \text{SS}_{\text{tot}} = \sum_{i=1}^{n}(y_i - \bar{y})^2 $$Standard error slope:
$$ \text{SE}(\hat{m}) = \sqrt{\frac{\text{MS}_{\text{res}}}{\sum_{i=1}^{n}(x_i - \bar{x})^2}}, \quad \text{MS}_{\text{res}} = \frac{\text{SS}_{\text{res}}}{n-2} $$Uji signifikansi slope ($H_0$: $m = 0$):
$$ t = \frac{\hat{m}}{\text{SE}(\hat{m})}, \quad t \sim t_{n-2} $$Interval prediksi untuk nilai X baru $x_0$ (lebih lebar dari interval kepercayaan rata-rata Y):
$$ \hat{y}_0 \pm t_{\alpha/2, n-2} \cdot \sqrt{\text{MS}_{\text{res}}} \cdot \sqrt{1 + \frac{1}{n} + \frac{(x_0 - \bar{x})^2}{\sum_i (x_i - \bar{x})^2}} $$Adjusted $R^2$ untuk membandingkan model dengan jumlah parameter berbeda:
$$ R_{\text{adj}}^2 = 1 - (1 - R^2) \cdot \frac{n-1}{n-p-1} $$dengan $p$ = jumlah prediktor (1 untuk regresi sederhana, 2 untuk polynomial-2).
2.3 Asumsi & Batas Validitas
| Asumsi | Konsekuensi jika dilanggar | Cara cek di SQalytics |
|---|---|---|
| Linearitas hubungan | Slope bias, prediksi salah | Ramsey RESET di tabel asumsi; visual scatter |
| Independensi residual | SE keliru | Periksa desain (time-series butuh metode lain) |
| Homoskedastisitas | SE keliru, interval prediksi salah | Breusch-Pagan di tabel asumsi |
| Normalitas residual | Uji hipotesis bias bila $n$ kecil | Shapiro–Wilk pada residual |
| Tidak ada outlier ekstrem | Slope dominasi outlier | Inspeksi visual + leverage di Regression Studio |
| Minimal $n = 5$ | Tidak ada degrees of freedom untuk uji | Modul menolak <5 |
3 Cara Kerja
3.1 Step-by-Step di SQalytics
- Buka
X vs Y Relationshipdari domain Statistika Terapan di sidebar. - Pada langkah
Pick the question, pastikan tabel aktif sudah siap. - Pada langkah
Pick the columns, pilih:- X column — kolom prediktor numerik (mis.
Suhu_C). - Y column — kolom respons numerik (mis.
Yield_pct).
- X column — kolom prediktor numerik (mis.
- Pada langkah
SQalytics checks the data, pilih mode model:Start with linear— paling mudah ditafsirkan, output langsung berupa $y = mx + b$ + R².Compare curve types— bandingkan 5 jenis kurva, modul memilih yang terbaik berdasarkan adjusted $R^2$.
- Klik Run Analysis.
- Tinjau hasil: kesimpulan ringkas + persamaan → tabel
Model summary→ tabelAssumptions→ tabelModel comparison→ kotak prediksi cepat. - Buka tab
Graphuntuk scatter + fit line + confidence band, atau ekspor TXT.
3.2 Template Tabel Input + Contoh Data Sintetis
Skema tabel input minimum:
| Kolom | Tipe | Satuan | Wajib | Catatan |
|---|---|---|---|---|
x_var | numeric | sesuai konteks | ✓ | Minimal 5 nilai unik |
y_var | numeric | sesuai konteks | ✓ | Tidak boleh konstan |
Contoh data sintetis (11 baris — kurva kalibrasi UV-Vis kuersetin):
| konsentrasi_ppm | absorbansi_AU |
|---|---|
| 0.0 | 0.012 |
| 2.0 | 0.187 |
| 4.0 | 0.362 |
| 6.0 | 0.541 |
| 8.0 | 0.718 |
| 10.0 | 0.895 |
| 12.0 | 1.072 |
| 14.0 | 1.248 |
| 16.0 | 1.423 |
| 18.0 | 1.595 |
| 20.0 | 1.760 |
docs/assets/example-data/id/statistics/template_stats_groups.csv.
3.3 Contoh Luaran
Tabel Model summary (mode Start with linear):
| Parameter | Nilai | 95% CI | p-value |
|---|---|---|---|
| Slope ($m$) | 0.0879 | [0.0871, 0.0888] | <0.0001 |
| Intercept ($b$) | 0.0143 | [-0.0066, 0.0353] | 0.156 |
| $R^2$ | 0.99996 | — | — |
| Adjusted $R^2$ | 0.99996 | — | — |
| RMSE | 0.0064 | — | — |
| $n$ | 11 | — | — |
Tabel Assumptions:
| Cek | Statistik | p-value | Lulus? |
|---|---|---|---|
| Ramsey RESET (linearitas) | F = 1.42 | 0.275 | ✓ |
| Shapiro–Wilk (residual) | W = 0.984 | 0.978 | ✓ |
| Breusch-Pagan (homoskedastisitas) | LM = 0.21 | 0.647 | ✓ |
Tabel Model comparison (mode Compare curve types):
| Model | Persamaan | $R^2$ | Adj $R^2$ | RMSE | Rank |
|---|---|---|---|---|---|
| Linear | $y = 0.0879x + 0.0143$ | 0.99996 | 0.99996 | 0.0064 | 1 |
| Polynomial-2 | $y = -0.00002x^2 + 0.0883x + 0.013$ | 0.99996 | 0.99995 | 0.0064 | 2 |
| Power | $y = 0.092x^{0.992}$ (only x>0) | 0.9989 | 0.9988 | 0.020 | 3 |
| Exponential | $y = 0.155 e^{0.122x}$ | 0.96 | 0.95 | 0.110 | 4 |
| Logarithmic | $y = -0.51 + 0.81 \ln x$ (only x>0) | 0.61 | 0.57 | 0.450 | 5 |
→ Model terbaik: Linear (Adjusted $R^2$ tertinggi, RMSE terendah, plus model paling sederhana).
→ Prediksi: $A = 0.0879 \cdot 5.5 + 0.0143 = $ 0.498 AU
95% interval prediksi: [0.481, 0.515]
Grafik utama: scatter plot $x$ vs $y$ dengan garis fit linier (biru), pita confidence band 95% (biru muda transparan), pita prediction band 95% (abu-abu garis putus-putus), dan persamaan model + $R^2$ di pojok kanan atas.
4 Kesimpulan
4.1 Relevansi Real-World
X vs Y Relationship adalah modul yang paling sering dipakai untuk membuat kurva kalibrasi, memodelkan dosis-respons, dan memprediksi parameter QC di laboratorium pangan. Contoh konkret:
- Kurva kalibrasi UV-Vis untuk fenolik total (TPC) — slope = 0.0879 AU/ppm pada λ = 415 nm dengan asam galat standar, dipakai untuk mengkuantifikasi sampel ekstrak.
- Kurva ATA (Titratable Acidity) vs pH — hubungan negatif yang dipakai untuk monitoring fermentasi.
- Suhu pengeringan vs kadar air final — hubungan eksponensial negatif yang dipakai untuk optimasi setting oven.
- Konsentrasi gula vs penyusutan volume jus — hubungan linier yang dipakai untuk koreksi labelling produk.
Dalam konteks publikasi IMRAD, output modul ini (persamaan + $R^2$ + scatter dengan fit line) menjadi Figure utama atau Equation di bagian Metode. Pada Rencana Publikasi Singkil v5, modul ini dipakai pada F2 Tahap 2 — Dose-Response α-Glukosidase — untuk fit kurva Hill yang menghasilkan IC₅₀; meski model Hill 4PL ditangani di Dose-Response IC50 (Expert Desk), modul X vs Y dipakai sebagai validasi linierisasi log-dose pada rentang transition.
4.2 Where to Go from Here
Modul lanjutan di SQalytics:
Pembacaan lanjutan:
- Fox, J. (2016). Applied regression analysis and generalized linear models (3rd ed.). SAGE — buku referensi mendalam regresi modern.
- Snyder et al. (2010). Introduction to modern liquid chromatography (3rd ed.) — Bab 11 untuk aplikasi regresi pada kurva kalibrasi HPLC.
- Dataset publik untuk benchmarking: cars (R built-in, regresi speed vs braking distance), Anscombe's quartet (4 dataset dengan $R^2$ sama tetapi pola berbeda — wajib dilihat untuk memahami batas $R^2$).
⚙ Troubleshooting Cepat
Compare curve types untuk melihat apakah model non-linier (power, exponential, polynomial-2) lebih layak.Compare curve types atau transformasi $\ln$/√ pada Y.Regression Studio.i Riwayat Revisi
Riwayat Revisi Panduan
| Tanggal | Revisi | Penulis |
|---|---|---|
| 2026-05-12 | Migrasi MD v2 → HTML final (KaTeX rendered + TOC + prediction box + print-friendly CSS) | Claude |
| 2026-05-12 | Migrasi v1 → v2 (template publikasi) | Claude |
| 2026-05-09 | Draft awal v1 | Tim docs |
4 Referensi
- Breusch, T. S., & Pagan, A. R. (1979). A simple test for heteroscedasticity and random coefficient variation. Econometrica, 47(5), 1287–1294. https://doi.org/10.2307/1911963
- Galton, F. (1886). Regression towards mediocrity in hereditary stature. Journal of the Anthropological Institute of Great Britain and Ireland, 15, 246–263.
- Pearson, K. (1903). The law of ancestral heredity. Biometrika, 2(2), 211–228.
- Ramsey, J. B. (1969). Tests for specification errors in classical linear least-squares regression analysis. Journal of the Royal Statistical Society: Series B, 31(2), 350–371.
- Theil, H. (1961). Economic forecasts and policy (2nd ed.). North-Holland.